Hallo kak, mungkin kakak adalah orang ter-malas yang membaca tulisanku ini, memang benar tulisanku ini sangat tidak penting, mungkin kalaupun kakak membacanya pasti kakak tetap tidak mau tau dan tidak mau peduli. Tapi sungguh tidak apa-apa kak. Aku mengerti.
Disini aku hanya ingin menceritakan tentang hal-hal apa saja yang sudah pernah aku lakukan untuk kakak, tapi sebelumnya untuk mengawali tulisanku yang sangat tidak penting ini aku ingin menceritakannya dari awal.
Kak, aku lupa kapan pertama kali kita bertemu, aku lupa tanggal, hari, jam, menit, serta detiknya. Namun yang sangat aku ingat saat itu kakak lewat didepanku, kakak lewat dengan santainya dan seakan tak peduli dengan orang-orang disekitar kakak. Kakak tau? apa yang aku rasakan pada saat itu? sangat-sangat biasa saja. Hari-hari berlalu, kita semakin sering bertemu, mungkin kakak tidak pernah menyadarinya tapi aku sangat menyadarinya. Hingga ada saat dimana kakak pertama kali mengajak ku berbicara, mungkin kakak tidak sengaja atau tidak sadar tapi apakah kakak tau? hal sekecil itu membuatku merasakan sesuatu yang berbeda. kaka berbicara dengan sangat apa adanya dan aku suka. mungkin saat itu aku mulai menyukaimu.
Pada awalnya aku hanya merasa bahwa perasaan ini hanyalah perasaan suka yang seiring waktu akan cepat hilang dan berlalu, namun nyatanya dugaanku salah. Semakin sering kita bertemu semakin aku merasakan perasaan yang tak dapat aku mengerti.
Semenjak rasa itu ada, entah kenapa aku merasa harus memperbaiki segala hal yang ada pada diriku, aku selalu berusaha untuk menghilangkan segala sikap buruk ku, aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Hingga akhirnya aku memiliki sedikit keberanian untuk lebih mengenal kakak. aku mulai berani menyapa kakak. aku selalu berharap bahwa suatu saat nanti kakak mau sedikit lebih mengenalku seperti aku yang selalu ingin mengenal kakak lebih dekat.
Benar kata orang-orang, bahwa kakak adalah sosok yang sangat dingin, kakak sangat tertutup dan sulit untuk dipahami. Kakak selalu membalas semua bentuk perhatianku dengan seadanya, dan tak jarang kakak mengabaikan semuanya. Tapi tidak apa-apa kak, aku mengerti.
Bagaimana pun sikap kakak, aku masih mempunyai banyak alasam kenapa aku harus memperjuangkan orang seperti kakak. Kakak berbeda dan aku suka. Kakak banyak diam, kakak tidak suka terlalu banyak bicara, kakak benar-benar apa adanya, cara berpikir kakak sangat dewasa dalam menghadapi semua hal-hal yang terjadi dalam ini. aku sangat menyukai hal itu, kak.
Aku selalu ingin memperjuangkan kakak, aku ingin melewati semua hal-hal indah dalam hidup ini bersama kakak, aku ingin berbagi cerita dengan kakak, aku ingin menjadi sesuatu yang membuat kakak berhenti mencari karena semua yang kakak cari ada pada diriku. Tapi aku sadar kak, segala inginku terasa sangat tidak mungkin sedangkan untuk melihat kearah ku saja kakak terkesan tidak ingin. sekali lagi, tidak apa-apa kak. Aku mengerti.
Kak, aku selalu membanggakan sosok kakak dihadapan sahabat-sahabatku, aku selalu berusaha membuat kakak mau sedikit saja melihat kearahku, aku selalu berusaha menyadarkan kakak bahwa ada seseorang yang saat ini dan entah sampai kapan sedang menunggu kakak, nama kakak selalu ada dalam setiap doa ku setelah aku mendoakan kedua orang tuaku, aku selalu mendoakan segala yang terbaik untukmu, aku selalu mendoakan kebahagiaanmu, aku selalu menceritakan tentangmu kepada Tuhan. karena Tuhan yang paling tau bagaimana perasaanku.
Kak, waktu semakin berlalu, perasaan itu masih sama tidak pernah berkurang sedikitpun. sama seperti sika[ kakak terhadapku yang tidak pernah berubah. kakak tidak pernah menyadari kehadiranku, seakan-akan aku memang tidak pernah terlihat.
Kak, aku selalu takut dengan segala bentuk penolakan, aku selalu takut dengan yang namanya perpisahan, aku sangat takut tidak dapat bertemu kakak lagi. aku takut.
Kak, tidak terasa sudah lebih dari setahun bahkan mendekati dua tahun aku menyimpan perasaan ini.
Aku selalu ingin menunggu kakak, aku selalu ingin memperjuangkan kakak, tapi aku tidak bisa terus seperti ini, aku takut segala bentuk perjuanganku mengganggu kakak, maaf kak jika aku harus(terpaksa)berhenti.
Berhenti yang ku maksud hanyalah berhenti mengharapkanmu, aku hanya berhenti memperjuangkanmu, bukan berarti aku menghentikan perasaan ini. karena, jujur sulit untukku menghentikan nya, jadi berikan aku waktu untuk membiasakan perasaan ini.
Kak, teruma kasih banyak selama ini sudah menjadi salah satu alasanku semangat untuk pergi ke sekolah, terima kasih karena selama ini sudah mengajarkanku arti sebuah ketulusan tanpa harus menuntut sebuah balasan, terima kasih sudah mengajarkanku tentang arti sebuah keikhlasan, terima kasih karena kakak sudah menjadi motivasi ku untuk memperbaiki diri, aku akan selalu ingat segala hal tentang kakak, sekecil apapun itu.
Kak, jika kakak membaca ini aku sangat senang, terima kasih kak. Dan ada satu hal yang selama ini ingin aku katakan kepada kakak, bahwa aku sayang kakak.
NRA, 6 des 2015.
Minggu, 06 Desember 2015
Untukmu, yang mungkin tak membaca ini.
Diposting oleh Unknown di 00.00
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar